Engkau wanita biasa, belajarlah menjadi istimewa

Perempuan adalah madrasah pertama untuk anak- anaknya,  semoga perempuan yang membaca ini menyadari pentingnya belajar. Terutama bagi diri sendiri, yang nantinya akan menjadi seorang istri, ibu dan juga menantu. Tak perlulah terburu- buru mengejar jodoh di usia belajar. Menikah terlalu muda, disamping menyalahi aturan negara juga pasti berat untuk anak- anak keturunannya kelak. Karena dunia yang semakin "edan" maka setiap ibu butuh bejal lebih banyak sebelum memasuki gerbang pernikahan.
Kita adalah perempuan akhir zaman yang hidup ditengah hantaman modernisasi dan pengaruh barat yang sangat luar biasa. Mari membekali diri dengan kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. 
Jangan coba- coba bandingkan diri kita dengan sayyidah Aisyah yang menikah di usia 9 tahun. Sebab, kita adalah perempuan biasa yang tak memiliki keistimewaan apa- apa. Sehingga untuk menjadi ibu yang baik untuk anak- anak kita nanti, perlu belajar dan pengetahuan. Coba tanyakan pada dirimu sendiri, sudah cukupkah bekal untuk membimbing anak- anakmu dalam membaca Al- qur'an, memahami fiiqih keseharian dan membimbing mereka menjadi manusia yang berguna untuk sesama dan ridho-NYA.  
Jika kalian memang sudah yakin dan siap untuk membangun sebuah pernikahan/ keluarga yang kokoh maka tentu diperlukan suatu pondasi yang kokoh pula.  Pendidikan yang diterima seorang  ibu bukan hanya untuk mengembangkan dan aktualisasi dirinya saja, namun hal yang lebih besar adalah mengembangkan dan mencerdaskan generasi penerusnya (keturunan).  

Berat ya tugas ibu ??? 
Iya, jadi ibu memang dan ga boleh asal- asalan (asal ngasih makan, asal anak ga nangis, asal anak tidur cukup ). Maka dari itu, kenapa Allah menjadikan ibu itu seseorang yang mulia derajatnya dan sangat mustajab doanya. Yuk,, jadi ibu yang penuh pengharapan yang selalu mengaharap pada Allah SWT yang menitipkan amanah kepada kita. 
Anak- anak akan melihat orangtuanya dari tingkah laku bukan nasihatnya, maka shalihkanlah diri kita sebelum menshalihkan anak- anak kita .  

Komentar